13 October 2011

Indonesia dan Malaysia


Berita hangat yang tak pernah habis di layar televisi sejak jaman Soekarno, Indonesia dan Malaysia terlibat bermacam - macam konflik.

"Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak."

Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi anti-Indonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato beliau yang amat bersejarah,dan Tegas berikut ini:




" Kalau kita lapar itu biasa "
" Kalau kita malu itu juga biasa "
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Soekarno.
(wikipedia).

Itu dulu, ketika masih ada jiwa pahlawan dalam presiden kita :
Kini kita malah terpuruk, Semua warga ribut sendiri , Malaysia pun Lahap mencaplok jati diri bangsa kita, Karna kita tidak memikirkan rakyat di Perbatasan sana,

Semua warga di perbatasan di berikan fasilitas oleh malaysia , di iming imingi rumah mewah ,pekerjaan dan diberikan bantuan .dan pemerintah indonesia sibuk sendiri dengan para kader Partai politik yang sedang mencari dan merauk keuntunggan baik jabatan atau Uang. Kini saya sangat prihatin dengan negara ini, semuanya terasa tanpa campur tangan pemerintah negara pun Indonesia ini bisa maju dan sejahtera, Sekarang saya hidup sendiri saja lah gak perlu mikirin pemerintah yang tidak berpendidikan para elit politiknya.



Sepertinya ini sudah di takdirkan dari jaman dahulu kala, tertuang dalam lagu kebangsaan kita liriknya yaitu " Hiduplaaaah Indonesia Raya ", Berarti indonesia sekarang belum hidup, Garuda belum bisa terbang tinggi, Garuda masih dalam cengkraman macan Malaysia, INDONESIA di jajah bangsanya sendiri, Indonesia makin suram , Perang antar saudara, Perang antar suku, perang antara para KPK, POLISI, MK, dan semua nya suram.

Hasil kekayaan alam, dan budaya kita di sedot bangsa lain , Malaysia saja tetangga negara terdekat kita sudah menang banyak, sudah mengakui dan meng Hak patenkan semua yang seharusnya milik bangsa ini.

Untuk itu , kita para pemuda jangan menambah kehancuran bangsa ini,
Kita para pemuda memang tidak didik untuk menjadi penerus bangsa
kita didik untuk hidup ,untuk hidup kita, bukan untuk melanjutkan cita-cita para pahlawan dahulu.

Inti pemikiran saya :
" Berikanlah statmen dan prilaku yang terbaik dari sisa Umur anda sekarang ( Inggat yang Terbaik ) di lingkunagn kita "

No comments: