20 June 2013

Surat Untuk Presiden SBY

Kami butuh presiden yg berani tegas berkumandang di depan rakyat , 
dan bercerita kepada rakyatnya , Berdiri tegap didepan Rakyat .
Jangan hanya berada di balik meja . tetapi  turun ke jalan , turun ke pasar , 
 Berikan contoh kepada anak Buah mu .

Apabila Soekarno masih Hidup , Pasti dia Marah.
Pelajarilah sejarah kita .
Pelajarilah dari sabang sampai merauke 

(semoga beliau baca)

 
Pak Presiden yang baik,

Kelak bila harga BBM naik, dengan gagah dan baik hati 

konon Bapak akan memberi kami kompensasi
Bapak akan membuat kami mengantre untuk mendapatkan
uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan. 


Tapi, pikiran
kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak
suka melihat kami mengantre panjang mengular dari Sabang
sampai Merauke? 


Kami tidak s...uka itu, Pak. Kami tak suka
terlihat miskin, apalagi menjadi miskin.
 

Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami,
pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian
nasional’ yang konon sedang gawat itu.
 

Tak perlu naikkan BBM, pakailah uang kami itu: kami rela
meminjamkannya untuk  menyelamatkan bangsa!
Hidup kami sederhana, disambung lembaran-lembar an
uang recehan. Ilmu hitung kami kelas rendahan:
berapa untuk makan sehari-hari, uang jajan anak sekolah, 

biaya transportasi, biaya listrik bulanan,
dan kadang-kadang cicilan motor, dispenser atau DVD player. 


Tak perlu kalkulator. Bila sedang
beruntung, kami bisa punya sisa
uang untuk jalan-jalan di akhir
pekan. Bila sedang sulit, kami
tidak kemana-mana, Pak: Kami
mencari kebahagiaan gratisan di televisi
meski kadang kadang justru dibuat
pusing dengan berita-berita
tentang beberapa anak buah Bapak yang korupsi.
 


Bilaperlu, berdirilah di hadapan
kami, katakan apa yang negara perlukan dari kami untuk
menyelamatkan kegawatan bencana ekonomi negara ini? 


Bila Bapak perlu uang, kami akan menjual
ayam, sapi, mesin jahit, jam tangan,
atau apa saja agar terkumpul sejumlah uang untuk melakukan
pembangunan dan penyelamatan perekonomian bangsa. 


Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat
yang bangsat, atau pengusaha-
pengusaha yang menghisap rakyat,
tolong beritahu kami: siapa saja
mereka? Kami akan bersatu untuk
membantumu melenyapkan mereka.
 

Tentu saja, semoga Anda bukan salah satu bagian dari mereka!
Pak Presiden yang baik,
Dengarkanlah kami, berdirilah untuk kami, berbicaralah atas
nama kami..


copy paste from FB :    Jokowi for DKI

No comments: