TUGAS ETIKA
PROFESI
KODE ETIK KODE
ETIK WARUNG INTERNET INDONESIA
NAMA : ACHMAD MUHARYADI
NPM : 2310 9113
KELAS : 4
KB 04
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2013
Dimana pengertian
mengenai etika adalah :
PENGERTIAN ETIKA
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan
perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia
TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA
Untuk mendapatkan konsep yang sama
mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu
tertentu
PENGERTIAN BAIK
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia
mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu
dikatakan baik bila ia dihargai secara positif)
PENGERTIAN BURUK
Segala yang tercela. Perbuatan buruk
berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku
CARA PENILAIAN BAIK DAN BURUK
Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan,
Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme,
Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme,
Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunisme.
Dokumen ini adalah panduan bagi praktisi Warnet untuk
melaksanakan komitmen etika yang mengikat secara moral dalam praktik
penyelenggaraan usaha jasa Warung Internet Indonesia.
1. Aspek Kenyamanan Tempat Usaha dan Perlindungan Tamu
- Menghindari tempat usaha yang berpotensi tinggi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan rawan ancaman bencana alam
- Memiliki sirkulasi udara yang cukup dan stabil, tidak terlalu lembap atau terlalu kering sehingga sehat dan nyaman bagi pengelola dan tamu
- Memiliki pintu keluar-masuk yang cukup dan atau pintu darurat untuk antisipasi kebakaran serta memiliki perangkat pengaman kebakaran yang memadai
- Memiliki area bebas rokok yang terpisah dengan area perokok
- Area perokok difasilitasi dengan peralatan sirkulasi udara yang proporsional
- Memiliki kamar kecil, saluran pembuangan limbah dan ketersediaan air bersih dalam jumlah yang memadai dan senantiasa terjaga kebersihannya
- Menggunakan sekat pembatas / bilik komputer yang wajar, tidak terlalu tinggi dan atau sebagian besar tertutup untuk memudahkan pengawasan dan mencegah terjadinya penyelewengan fungsi
- Melakukan perawatan berkala dan pembersihan perangkat AC dan karpet untuk mencegah terjadinya gangguan pernapasan
- Memiliki penerangan yang memadai dan nyaman untuk mendukung aktivitas di lingkungan Warnet
2. Aspek Tanggung Jawab Sosial Pemilik Modal
- Selain aspek ekonomi, pemilik modal memiliki tanggung jawab untuk mengkaji secara mendalam implikasi sosial pada masyarakat sekitar tempat usaha warnet
- Menyesuaikan daya beli masyarakat dan memberikan kemudahan akses secara inklusif kepada seluruh strata sosial dan jenis komunitas di lingkungannya
- Ikut mendorong peningkatan literasi masyarakat di lingkungan sekitarnya tentang pemanfaatan Internet yang tepat guna dan bertanggung jawab
- Melakukan antisipasi dampak sosial yang mungkin terjadi akibat penggunaan Internet di Warnet secara proaktif
- Melakukan upaya pencegahan eksploitasi akses Internet yang bertentangan dengan norma sosial, agama dan hukum
- Memberikan edukasi dan arahan kepada tamu usia belia dan di bawah umur agar tidak melakukan pemborosan dengan melakukan aktifitas Internet yang kurang bermanfaat
- Menciptakan lingkungan usaha yang nyaman bagi karyawan dan memberikan hak-hak karyawan dan fasilitas kerja yang memadai sesuai kelaziman, norma dan peraturan perundangan yang berlaku
- Memberi fasilitas dan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan diri dan menambah pengetahuan dan keterampilannya
- Mempelajari dan melaksanakan dengan sungguh-sungguh aspek bisnis, strategis dan manajemen sehingga mampu terus menghasilkan inovasi layanan dan meningkatkan nilai tambah bisnis dan manfaat Warnet bagi lingkungan sekitarnya
- Menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak yang layak dan legal
- Melengkapi legalitas usaha dan menuaikan kewajiban perpajakan
3. Aspek Tanggung Jawab Sosial Pengelola Manajemen
- Menyusun program promosi dan marketing yang bersifat simpatik, edukatif dan positif untuk meningkatkan penetrasi pasar sekaligus membangun apresiasi terhadap Warnet dari lingkungan masyarakat sekitar
- Memasang himbauan berupa pamflet atau brosur kepada tamu Warnet untuk tidak melakukan tindakan negatif dengan memanfaatkan fasilitas Warnet
- Menyusun prosedur pengamanan fisik fasilitas Warnet dan mengupayakan asuransi
- Melakukan inventarisasi fasilitas Warnet dan melakukan pencatatan yang akurat
- Menyusun standar operasi yang dapat menjamin kenyamanan dan keamanan pelayanan serta melindungi kepentingan tamu
4. Aspek Tanggung Jawab Sosial Teknisi dan Operator
Warnet
- Memastikan kualitas layanan fasilitas Warnet agar selalu dalam performa terbaik
- Memberikan pelayanan yang ramah dan bantuan kepada tamu termasuk memberikan bimbingan, arahan, tips dan informasi positif yang dibutuhkan tamu untuk dapat memanfaatkan fasilitas Warnet secara optimal dan efisien
- Tidak memberikan informasi negatif yang dapat mendorong tamu untuk mencoba dan memanfaatkan fasilitas Warnet untuk tujuan yang tidak wajar
- Mampu memfungsikan dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi pada perangkat lunak standar yang digunakan Warnet
- Bersikap tegas kepada tamu agar tidak melakukan aktifitas negatif memanfaatkan fasilitas Warnet
- Meminta dan mencatat identitas tamu termasuk waktu masuk dan keluar serta terminal yang digunakan
- Senantiasa bersikap waspada terhadap kondisi lingkungan dan perilaku tamu untuk mengantisipasi maksud jahat pelaku tindak pidana.
Pandangan
Usaha
Salah satu bisnis yang sedang
ngetren saat ini, adalah warung internet (warnet) dan game playstation.
Bak jamur yang tumbuh dimusim hujan menyebar di sudut-sudut kota, ada di
komplek ruko, mal, bahkan sampai ada di kawasan perumahan jalan sempit di
Jakarta. Internet semakin lama semakin mudah diakses dan mudah terjangkau oleh
orang yang berkantung tipis atau pas-pasan. Pilihan konten internet juga
semakin banyak dan bervariasi jenisnya. Hampir di semua warnet banyak
menyediakan game online. Jika awal mula munculnya bilik-bilik warnet secara umum
di kunjungi oleh orang dewasa, tetapi saat ini malah justru anak-anak dan
remaja yang menyerbu masuk ke warnet.
Semakin membludaknya anak-anak dan
remaja yang masuk ke bilik-bilik warnet, merupakan fenomena baru di dalam dunia
anak-anak zaman sekarang. Mereka (anak-anak) hidup dalam generasi informasi
teknologi (IT). Bentuk gaya permainannya mengikuti perkembangan zaman era IT,
hal ini dapat dilihat dengan ditandai kemudahan mengakses internet. Dari mulai
Orang dewasa, remaja, hingga anak-anak sekolah dasar (SD) berbaur di sana. Di
dalam warnet suara hiruk pikuk keluar dari speaker monitor komputer, dan
mereka (para anak-anak dan remaja) sibuk di dunia maya dalam permainan virtual
masing-masing, hingga bisa berjam-jam lamanya mereka di warnet.
Banyak anak-anak di bawah umur (SD)
dan remaja menghabiskan waktu dan uangnya di warnet sampai berjam-jam lamanya.
Mereka tidak lagi merasa nyaman atau betah tinggal di rumah sendiri.
Dampak negatif yang ditimbulkan
dengan adanya warnet yang buka 24 jam, pada anak-anak dan remaja, membuat mereka lupa membuat tugas-tugas sekolah (PR) bahkan
beberapa dari anak dan remaja yang sudah kecanduan
nongkrong di warnet sampai pagi hari, karena mereka malas pulang
kerumah. Polusi suara setiap malam sangat
mengganggu lingkungan sekitarnya. Dan yang lebih parah lagi mereka ada yang
sampai keluar dari sekolah alias berhenti.
Untuk katagori anak-anak yang masih
penurut dan patuh dengan orang tua, mereka masih bisa diarahkan. Tahu diri
dengan kewajiban sebagai seorang anak yang harus menghormati orang tua.
Celakanya lagi ada anak dan remaja yang sudah berani melawan orang tuanya.
Kecanduan anak tehadap warnet membuat lupa akan dirinya bahkan warnet dijadikan
sebagai rumah keduanya. Keadaan ini diperparah lagi kalau
orang tua kurang atau bahkan tidak peduli dalam mendidik anaknya.
Keberadaan warnet buka 24 jam, jelas
berpengaruh pada prestasi dan kelanjutan pendididkan anak, dampak negatif lain
dari kecanduan game online tersebut adalah munculnya kejahatan atau aksi
kriminal yang dilakukan oleh anak dan remaja. Bila terdesak kebutuhan untuk
bermain terus di warnet, orang tuanya yang akan di jadikan sebagai Bank
penyimpan uang.
Kebanyakan permainan game online yang
disenangi anak-anak berbentuk penuh aksi dan tantangan, yang secara tidak
disengaja akan mengajarkan anak untuk menirunya. Disaat orangtua tidak mau
memberi uang, maka di saat itu pula timbul niat jahat untuk mencuri. Biasanya
perbuatan jahat tidak dilakukan sendiri, tetapi mengajak anak lain yang
senasib. Mereka membentuk kelompok atau komunitas sendiri. Sasaran pencuriannya
macam-macam, ada yang mencuri sepeda motor, helm, tabung gas , kios pulsa,
sampai pada ikan di pasar.
Pokoknya apa yang dilakukan oleh
anak-anak demi terlampiaskannya napsu bermainnya di warnet. Kejahatan anak
tidak sampai disitu saja, kasus pencabulan dengan korban dan pelaku anak juga
meningkat seiring dengan kemudahan mengkases internet. Ini disebabkan sistus situs porno yang masih bisa diakses tanpa ada
pemblokiran. Remaja mudah tergoda dan mempraktekkannya, Kesimpulannya dengan
keberadaan warnet yang buka sampai 24 jam,
sangat merusak mental dan pendidikan, akhlak anak-anak di masa depan.
Namun
saya memiliki peniaian positif dari anak yang suka main warnet , yaitu adalah mereka selalu mengutamakaan
kebersamaan, kerja sama team. Mereka tidak suka mabuk mabukan, memakai ganja,
dan berbuat onar / meresahkan warga sekitar, mereka nyaman dengan apa yang
mereka lakukan dengan tidak terjerumus ke pergaulan yang lebih berbahaya lagi
seperti free sex, Narkoba, Minuman keras.
Dan dalam permasalahan inilah kode etik
para pengusaha warnet harus dengan bijak sana diterapkan ,
agar tercipta perkembangan masyarakat ke hall yang lebih positif bukan malah
menjerumuskan generasi masa depan.
Terima
Kasih
Achmad
Muharyadi , 2013
source :
No comments:
Post a Comment